Teknik Elektro Industri Adakan Sertifikasi Kelistrikan Pertama di ITN Malang

itnmalangnews.id – Program Sarjana Terapan Teknik Elektro Industri Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menggelar uji kompetensi kelistrikan pertamanya, Senin (21/10). Kegiatan ini dilaksanakan di laboratorium Teknik Elektro Kampus 2 ITN Malang selama satu hari penuh. Dalam menyelenggarakannya, ITN Malang menggandeng Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Elektronika Nasional.

Penjelasan alat sebelum pelaksanaan praktikum Uji Kompetensi. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)

“Uji kompetensi menjadi hal yang sangat penting mengingat tantangan dunia kerja semakin kompleks dan pesaing semakin banyak. Dunia kerja menuntut lulusan memiliki nilai lebih selain ijazah, sertifikat uji kompetensi adalah contohnya. Mahasiswa harus punya persiapan matang dan kompetensi kuat di bidangnya,” tutur Ir. Eko Nurcahyo, MT, Kaprodi Program Sarjana Terapan Teknik Elektro Industri.

Uji kompetensi diikuti oleh 20 mahasiswa Teknik Elektro Industri dan Teknik Elektro S-1. Direncanakan ini baru gelombang pertama. Gelombang kedua akan mulai dibuka pada bulan Februari tahun depan. Tema sertifikasi yakni Operator Connecting, seperti merangkai kabel, menyambung rangkaian, dan instalasi.

Tahapan uji kompetensi dimulai dari uji tulis, wawancara, dan praktikum. Di dalam pengawasan asesor BNSP, setiap individu diamati dan dinilai kompetensinya. Ada tiga unsur yang harus dipenuhi, yaitu knowledge, skill, and attitude. Sebelum praktikum sampai seusai praktikum, K3 tidak boleh diabaikan.

Eko menambahkan jika kegiatan hari ini baru langkah awal dari cita-cita jangka panjang. Ia juga berharap mahasiswa tidak menyia-nyiakan kesempatan. “Harapannya, lulusan semakin berdaya saing dan lebih cepat terserap karena unggul yang dibuktikan dengan sertifikat. Kami berencana tiap tahun ada sertifikasi. Di sisi lain, kami ingin di ITN Malang ada diklat asesor,” tukasnya.

Hal senada diutarakan oleh Rahmadi Setiawan ST,MT, Sekretaris Prodi Teknik Elektro Industri. Ia pun melanjutkan keinginan adanya LSP di ITN Malang sendiri. “Dari Surat Keahlian Tenaga Ahli (SKA), diklat asesor, pemenuhan jumlah minimum asesor, lalu nantinya ITN Malang bisa punya LSP dengan skema-skema uji kompetensi yang dibutuhkan mahasiswa. Namun tentunya sebelum sampai ke LSP setiap langkah wajib dipersiapkan sematang mungkin,” tambah Rahmad. (ata)