Teknik Elektro Industri dapat Sumbangan Laboratorium Jaringan Distribusi Tenaga Listrik Terlengkap dari Alumni

Proses Instalasi Komponen pada Laboratorium Jaringan Distribusi Tenaga Listrik (JDTL) ITN Malang, Senin (19/8/19). (Foto: Yanuar/Humas)

Berubahnya status Diploma III ke Program Studi (Prodi) Sarjana Terapan (Diploma IV), membawa konsekuensi bagi pengembangan kurikulum vokasi di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Salah satunya yang sedang digenjot adalah Teknik Elektro Industri (pengembangan dari Teknik Listrik D III). Selain pengembangan kurikulum, sarana dan prasarana terus ditambah seperti halnya penambahan Laboratorium Jaringan Distribusi Tenaga Listrik (JDTL).

Laboratorium Jaringan Distribusi Tenaga Listrik ini dibangun atas sumbang alumni ITN Malang. Bertempat di kampus 2, Jalan Raya Karanglo Km 2 Malang, laboratorium skala mini tersebut sudah berujud lengkap dengan jaringannya. Laboratorium milik ITN Malang ini merupakan salah satu Laboratorium Jaringan Distribusi Tenaga Listrik terlengkap di Jawa Timur.

Menurut Ir. Eko Nurcahyo, MT Kaprodi Teknik Elektro Industri Prodi Sarjana Terapan, JDTL merupakan inisiatif alumni Teknik Elektro angkatan tahun 1980. Pembangunannya sendiri sudah dipersiapkan sejak satu tahun yang lalu.

“Satu tahun yang lalu alumni yang tergabung dalam tenaga ahli AKLI (Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia) berkeinginan menyumbangkan sesuatu untuk adik-adik tingkatnya. Maka, disepakati disumbangkan laboratorium ini,” ujar Eko saat ditemui di lokasi laboratorium JDTL, Senin (19/8/19).

Kehadiran Laboratorium JDTL menurut Eko merupakan moment yang pas menjelang pergantian Prodi D III Teknik Listrik ke Sarjana Terapan. Dimana untuk porsi kurikulum 60 persen merupakan praktek dan 40 persen teori. “Moment ini sangat bagus dan pas sekali, bisa menyediakan fasilitas khusus untuk mahasiswa terapan. Tapi tidak menutup kemungkinan jurusan lain bisa ikut memanfaatkan juga,” imbuhnya.

Menelan biaya 360 juta, kelengkapan mini laboratorium ini digadang-gadang memiliki standard untuk uji kompetensi bagi mahasiswa dan assesor. Rencananya ITN Malang akan menggandeng lembaga berbadan hukum untuk mengadakan uji kompetensi. Sasarannya adalah mahasiswa semester delapan. Namun, untuk sertifikasi bagi mahasiswa ITN Malang akan diberikan tiap tahun, mulai dari tahun pertama sampai tahun ke empat.

“Tiap tahun akan dibekali sertifikat, mulai tahun pertama sampai tahun ke empat. Di akhir kelulusannya akan dikeluarkan sertifikat keahlian. Jadi, kalau lulus D IV dari ITN, mahasiswa akan mendapat lima sertifikat,” terangnya.

Sementara itu, Joko Supringgo, ST Ketua AKLI Cabang Malang mengungkapkan, sepanjang ia tahu, Laboratorium JDTL milik ITN Malang tersebut nantinya akan menjadi laboratorium terkomplit dibandingkan Laboratorium JDTL yang sudah ada.

Joko Supringgo, ST Ketua AKLI Cabang Malang (berompi) Sedang Menjelaskan Proses Instalasi JDTL. (Foto: Yanuar/Humas)

“Setahu saya yang lain (di perguruan tinggi lain) masih sederhana, dimana hanya ada dua atau tiga tiang listrik. Sedangkan di ITN Malang terbilang lebih komplit dengan jumlah tiang listrik ada enam buah. Juga ada trafo, jaringan tegangan menengah (KTM), proteksi, arrester, serta macam-macam kontruksi tiang,” ujar alumnus ITN Malang ini.

Menurut Joko jaringan seperti ini sudah siap, tinggal disambungkan ke PLN dan sudah sesuai untuk konsumsi rumah tinggal. Laboratorium JDTL sendiri dijadwalkan akan selesai dan diresmikan akhir bulan Agustus 2019. (mer/humas)

image_pdfdownload PDFimage_printprint

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *